SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan Network IndonesiaTeknologi & PendidikanSains & TeknologiMajalah Teknologi IndonesiaPenelitian Indonesia
 HOME: HALAMAN UTAMA
 Sekolah & Lembaga
 Menganai Kami
 Pendidikan Kelas Dunia?
  
Pendidikan Kelas Dunia
  
 Jantung Pembelajaran?
  
Perpustakaan Sekolah

  
 Pelajaran Berbasis-ICT
  

Ilusi atau Solusi
Ilusi Atau Solusi


  
 Karakter & Anti-Korupsi
  

Pendidikan Karakter adalah seperti Pendidikan Anti-Korupsi, masalah-nya adalah kita tidak belajar moral, sifat-sifat, dan karakter kita di kelas, maupun dari mata pelajaran di kelas. Kita belajar karakter dan kebiasaan korupsi dari lingkungan kita. Kita mencerminkan lingkungan kita...

Pembelajaran karakter adalah seperti Pembelajaran Anti-Korupsi hanya dapat berhasil kalau pembelajaran-nya sesuai dengan kenyataan-nya yang mereka menyaksikan dilakukan oleh ortu dan lingkungan yang luas, khusus pemerintah kita (yang sangat terkenal untuk korupsi). Misalnya, Apakah KPK Serius?

Jadi kalau ingin menjaga moral dan karakter anak-anak kita hanya ada satu cara kan? Ya itu Membenarkan Lingkungan Kita.

Re: "Sayangnya orang yang harusnya mengajarkan anak2 masih belum bisa mengajari dirinya sendiri,.."

Memang hanya ada satu cara untuk meningkatkan mutu guru kan? Yaitu guru-guru harus profesional dan mulai bertanggungjawab untuk meningkatkan kemampuan dan mutu-nya sendiri (seperti guru di negara lain), Ayo, Menjadi Guru Profesional!

Mengapa kita terus melaksanakan Pelatihan Guru Di Luar Sekolah? Apakah benar "Pelatihan Guru, Yang Sangat Rentan Dengan Praktik Korupsi"? (Berita Atas kanan) Apakah Cara Yang Kita Melaksanakan Pelatihan Guru Sekerang Termasuk Salah Satu Kegiatan Yang Dapat Merusakkan Moral Guru?

Ikut Diskusi...

  
 Search Metodologi.Com
  
  
Search Metodologi Website
 
powered by FreeFind

  
 Search Pendidikan Dasar
  

Search Basic Education Site
     
powered by FreeFind

  
 Search Situs Inovasi
  

Search Inovasi Website
     
powered by FreeFind

  
 Search Situs SMU/A
  

Search SSEP Website
     
powered by FreeFind

  
 100 Kunjungan Terakhir
  

  

Jurnal Pendidikan Network Indonesia
Kebangkitan Nasional

Memang "Indonesia Bisa!" Tetapi kapan? Kapan kita akan memberantas kebudayaan korupsi, yang bukan kebudayaan bangsa, dan mulai bekerjasama untuk membantu rakyat dan negara kita, daripada mencari kesempatan untuk mengeksploitasi rakyat dan 'memperkosa' negara kita? Kapan kita akan memberantas korupsi yang menjajah dan membunuh masa depan negara kita maupun masa depan anak-anak kita? Kalau mulai sekarang semoga tahun depan kita betul dapat merayakan Hari Kebangkitan Nasional dengan penuh harapan dan semangat tinggi. Maju Indonesia - Maju!


"Killing Children is Never Legitimate"
"It doesn`t take a PHD in military science to conclude that killing and maiming children and other innocents in the quest to stop the actions of the militant few is not only immoral, it is counter-productive." (Gaza)

Pendidikan Network is Strongly Anti-Violence and we must strive to put an end to violence towards children by all perpetrators.

Pendidikan Network adalah Sangat Anti-Kekerasan dan kita harus berjuang keras untuk menghentikan kekerasan terhadap anak - anak dari semua pelakunya
.

"SBY: Israel-Palestina Bukan Konflik Agama"

"500 Umat Kristiani Sumbang Palestina"

"Paus Benediktus XVI Kirim Bantuan ke Gaza"

Kekerasan Adalah Musuh Semua Agama
(Entah siapapun yang melakukannya)


Seputar Berita Pendidikan

"Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM adalah solusi utama untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan."
(Ref: E-Pendidikan.Com)

Walapun keadaan di lapangan tidak sesuai dengan yang diharap (di atas) baru pada bulan ini (Agustus 2008) Pemerintah Indonesia sudah menjanji menyediakan anggaran untuk pendidikan tahun 2009 yang kalau digunakan secara efisien tanpa korupsi mempunyai kemampuan untuk mengatasi kebanyakan isu-isu di atas.

Salah satu isu yang dapat mengancam kesempatan untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah adalah prioritas DepDikNas terhadap e-learning dan peran Internet di tingkat sekolah. Kelihatannya banyak pihak di DepDikNas masih percaya bahwa Internet adalah solusi untuk masalah-masalah pendidikan di Indonesia.

Padahal, retorika mengenai hebatnya Internet sebagai solusi pendidikan sudah mulai muncul di negara-negara maju sejak awal 1990an dan di negara-negara maju di mana kebanyakan sekolah sudah memiliki infrastruktur untuk e-Learning Online hanya sebagian kecil siswa-siswi di tingkat sekolah menggunakan teknologinya sebagai alternatif untuk sekolah konvensional. Mengapa? Bagaimana mutu pendidikannya?

"Those who place their faith in technology to solve the problems of education should look more deeply into the needs of children. The renewal of education requires personal attention to students from good teachers and active parents, strongly supported by their communities. It requires commitment to developmentally appropriate education and attention to the full range of children's real low-tech needs - physical, emotional, and social, as well as cognitive." Ref: Fool's Gold


Internet adalah alat bantu dan sumber informasi (yang sangat terbatas tanpa bahasa Inggris). Kebanyakan siswa-siswi di luar negeri (seperti di sini) hanya menggunakan Internet untuk mencari informasi umum, e-mail, chatting, dan hiburan.

Ada kemungkinan besar bahwa siswa-siswi juga akan mengakses situs-situs kekerasan, situs-situs yang berbasis kebencian, atau pornografi. Masalah utama adalah mereka dapat membuang waktu yang lebih baik digunakan untuk mengulangkan pembelajaran atau tugas PR dari sekolah.

Semua sekolah di Indonesia memang perlu paling sedikit satu (1) laboratorium komputer untuk mengajar TI (TIK) karena TI sudah masuk ke dalam semua bidang kejuruan maupun profesional.

Jangan sampai Indonesia lebih ketinggalan lagi karena sibuk dengan janji-janji yang belum terbukti (E-Learning oleh Internet) Ingat Buku Sekolah Online (BSE). Pendidikan yang bermutu, seperti di luar negeri, dicapaikan oleh sekolah dan pendidik yang bermutu, bukan oleh teknologi.

Bapak Presiden Indonesia Yth.

Dari berita-berita yang baru muncul pada bulan ini (Agustus 2008) kelihatannya Bapak President sudah mulai lebih memperhatikan isu-isu pendidikan. Kami sangat senang membaca "Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung Sekolah Rusak". Tetapi isu-isu meningkatkan mutu pendidikan bukan hanya soal anggaran dan visi, kita harus menjamin bahwa mutu SDM di DepDikNas adalah mampu dan bebas dari paradigma yang lama, yang jelas tidak berhasil.

Kami di Pendidikan Network tidak dapat mengerti sebabnya DepDikNas sampai sekarang belum berpengalami reformasi. Polar pikir, kebiasaan dan paradigma kelihatannya belum dirubah sejak tahun 1998 (paling mutasi saja). Sebaiknya reformasi DepDikNas di laksanakan sebelum anggaran baru dialokasikan atau resikonya kita tidak dapat merealisasikan peningkatan mutu pendidikan yang signifikan. Jelas isu utama adalah korupsi.

Reformasi Birokrasi, 'The Irreformable'?

"Belajar dari pengalaman beberapa negara, reformasi administrasi bukanlah sesuatu yang 'irreformable'. Memang membutuhkan komitmen politik yang kuat-–bahkan sangat kuat--yang sering kali tidak saja menimbulkan resistensi dari lawan politik tetapi juga kawan politik."

Danger! Danger!

"Jarum jam menunjuk pukul 14.00 WIB. Sebanyak 38 murid kelas dua SD Pasundan 3, Jl Babakan Ciparay, Kota Bandung, berada di dalam kelas. Sedang asyik belajar, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Sejurus kemudian, gubrak!. Atap ruang kelas ambruk. Ruangan berantakan dan dipenuhi jeritan menyayat." (Republika Online, Maret/28/08)

Jelas banyak anak-anak kita maupun guru di dalam keadaan berbahaya kalau masuk sekolah. Kapan kita akan serious terhadap semua aspek-aspek pendidikan? Membaca berita "KEADAAN SEKOLAH".

Pertanyaan dari Lapangan (Saudara Debur)
RE: "Saran: dunia pendidikan di negri ini hampir carut marut. Guru disalahkan, kurikulum disalahkan yang bener mana?. Kalau guru kwalitasnya rendah berarti PT ynag mencetak guru buruk (dosennya)."

Bukankah semua sektor ini hanya sebagai daun di atas pohon pendidikan? Akarnya pendidikan kita adalah DepDikNas, bukan? Kalau daun di pohon kita adalah "buruk", kita harus memeriksa kesehatan akarnya kan?
Kebetulan (6/2/08): "Presiden Pimpin Rapat Evaluasi Depdiknas" - "Semoga ada hasilnya!"
Bagaimana Korupsi di DepDikNas Sekarang?
Salam Pendidikan


Apakah E-Pendidikan Adalah Mimpi?

"Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM adalah solusi utama untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan."
(Ref: E-Pendidikan.Com)

Ayo Pak MenDikNas, mari kita berjuang bersama untuk meningkatkan semua aspek pendidikan supaya menjaminkan pendidikan yang bermutu untuk semua...
Anggaran Pendidikan 20% - Bersih Tanpa Korupsi dan MarkUp ... Mohon perhatian "Isu-Isu Pendidikan!"

Jurnal Pendidikan
[ Halaman 1 ] [ Halaman 2 ] [ Halaman 3 ] [ Halaman 4 ]


Berita Pendidikan
Profile Pendidikan Dalam Berita