SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan Network IndonesiaTeknologi & PendidikanSains & TeknologiMajalah Teknologi IndonesiaPenelitian Indonesia
 HOME: HALAMAN UTAMA
 Sekolah & Lembaga
 Menganai Kami
 Pendidikan Kelas Dunia?
  
Pendidikan Kelas Dunia
  
 Jantung Pembelajaran?
  
Perpustakaan Sekolah

  
 Pelajaran Berbasis-ICT
  

Ilusi atau Solusi
Ilusi Atau Solusi


  
 Karakter & Anti-Korupsi
  

Pendidikan Karakter adalah seperti Pendidikan Anti-Korupsi, masalah-nya adalah kita tidak belajar moral, sifat-sifat, dan karakter kita di kelas, maupun dari mata pelajaran di kelas. Kita belajar karakter dan kebiasaan korupsi dari lingkungan kita. Kita mencerminkan lingkungan kita...

Pembelajaran karakter adalah seperti Pembelajaran Anti-Korupsi hanya dapat berhasil kalau pembelajaran-nya sesuai dengan kenyataan-nya yang mereka menyaksikan dilakukan oleh ortu dan lingkungan yang luas, khusus pemerintah kita (yang sangat terkenal untuk korupsi). Misalnya, Apakah KPK Serius?

Jadi kalau ingin menjaga moral dan karakter anak-anak kita hanya ada satu cara kan? Ya itu Membenarkan Lingkungan Kita.

Re: "Sayangnya orang yang harusnya mengajarkan anak2 masih belum bisa mengajari dirinya sendiri,.."

Memang hanya ada satu cara untuk meningkatkan mutu guru kan? Yaitu guru-guru harus profesional dan mulai bertanggungjawab untuk meningkatkan kemampuan dan mutu-nya sendiri (seperti guru di negara lain), Ayo, Menjadi Guru Profesional!

Mengapa kita terus melaksanakan Pelatihan Guru Di Luar Sekolah? Apakah benar "Pelatihan Guru, Yang Sangat Rentan Dengan Praktik Korupsi"? (Berita Atas kanan) Apakah Cara Yang Kita Melaksanakan Pelatihan Guru Sekerang Termasuk Salah Satu Kegiatan Yang Dapat Merusakkan Moral Guru?

Ikut Diskusi...

  
 Search Metodologi.Com
  
  
Search Metodologi Website
 
powered by FreeFind

  
 Search Pendidikan Dasar
  

Search Basic Education Site
     
powered by FreeFind

  
 Search Situs Inovasi
  

Search Inovasi Website
     
powered by FreeFind

  
 Search Situs SMU/A
  

Search SSEP Website
     
powered by FreeFind

  
 100 Kunjungan Terakhir
  

  

Jurnal Pendidikan Network Indonesia
Seputar Berita Pendidikan

"Anggaran Pendidikan Bisa Mencapai 21 Persen"
(Menteri Pendidikan Nasional)

"TOKYO--MI: Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan kemungkinan anggaran pendidikan pada 2009 bisa mencapai 21% dari total APBN sehingga melampaui yang ditetapkan UUD 1945 sebesar 20%."

Baik Pak!
Tetapi yang jauh lebih penting sekarang Pak, apakah Korupsi Bisa Mencapai "0 Persen" ?

Sekarang korupsi dan Mark-Up berapa Persen Pak?

Bagaimana mutu manajemen pendidikan sekarang?
"Depdiknas Belum Mampu Kelola Anggaran"

Berita Khusus!
"Teknologi Sekarang Membuat Beberapa Ancaman Baru Terhadap "Anak-Anak Bangsa Yang Cerdas"."
(E-Pendidikan)

"Dua Kelas Baru Rawan Ambruk di Blora"
(Kompas.Com Online)

Yth. Bapak Presiden kita, Kabupaten Blora adalah lebih hebat lagi. Dua kelas baru SD Negeri Patalan 1, Kecamatan Blora. "Dua minggu setelah jadi, kuda-kuda utama atap bangunan itu melengkung" (20 Januari 2009). Luar biasa!!!

Bagaimana mungkin pesan "Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung Sekolah Rusak" dapat menjadi kenyataan kalau sekolah yang baru dibangun ambruk dalam dua minggu?

"Sekolah Ambruk, 91 Siswa Mengungsi Belajar"
(Kompas.Com Online)

"TUNTANG, RABU — Sudah sekitar tiga hari sebanyak 91 siswa kelas I hingga kelas III Sekolah Dasar Negeri Tuntang II, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terpaksa harus mengungsi belajar. Pasalnya, tiga lokal kelas gedung sekolah itu ambruk atapnya. Hingga Rabu (7/1) belum tampak ada upaya perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Semarang."

"Sejumlah guru yang ditemui mengemukakan, 95 persen atap ke tiga lokal kelas itu ambrol pada 30 Desember 2008 sekitar pukul 09.00. Ambruknya atap itu saat ruang kelas kosong karena para sisiwa libur menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru 2009."

Beruntung sekali tidak ada korban jiwa, kan?

Apakah, suara Presiden Kita tidak kedengaran sampai di Semarang?


"Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung Sekolah Rusak"
"JAKARTA--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pada Departemen Pendidikan Nasional dan para kepala daerah agar tidak ada lagi gedung sekolah yang rusak seiring dengan telah dipenuhinya anggaran 20 persen bagi pendidikan dalam APBN 2009."

Apakah, harus ada kasus seperti di Haiti ("Korban Tewas Sekolah Ambruk 82 Siswa") sebelum Pemerintah Kabupaten mau memperhatikan keadaan sekolah?

10 Januari 2009 11:40 WIB
Kelihatannya suara Presiden juga tidak kedengaran di Kabupaten Pasuruan:

"Atap Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Kelas Rusak"

"PASURUAN--MI: Atap gedung SDN Wonojati No.222 Desa Wojojati, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang pekan lalu ambruk, kini kondisinya makin parah.

"UI-Menristek Jalin Kerjasama Pendidikan"
(Media Indonesia Online)

"UI-Menristek Jalin Kerjasama Pendidikan DEPOK--MI: Universitas Indonesia (UI) menjalin kerjasama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan."

"Kerjasama itu meliputi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan, Penyelenggaraan Kegiatan Ilmiah, seminar, dan lokakarya, Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia"

Mohon jangan lupa bahwa kalau kita ingin memperbaiki SDM di bidang pendidikan kita harus mulai dengan mutu SDM di DepDikNas (khusus isu kejujuran).
"Korupsi Pendidikan Dilakukan Berjamaah dan Sistemik"

"Mengorbankan Anak Sekolah"
(Editorial: Media Indonesia Online)

"PEMERINTAH Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta tetap saja kerdil dan tidak berdaya mengatasi kemacetan lalu lintas yang semakin parah dari tahun ke tahun. Kekuasaan besar yang diberikan kepada gubernur seakan tumpul menghadapi kemacetan di jalan raya."

"Ketidakberdayaan menghadapi kemacetan terlihat jelas dari kebijakan-kebijakan yang tidak cerdas, bahkan lucu. Kebijakan three in one yang masih diberlakukan saat ini, sebagai misal, memang menimbulkan kelancaran di jalur Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, tetapi lucunya memacetkan jalan-jalan di sekitarnya."

"sekarang Pemprov DKI melahirkan lagi kebijakan yang gampangan. Yaitu memajukan jam sekolah menjadi pukul 06.30 WIB. Seakan-akan kemacetan di Jakarta diakibatkan jam sekolah yang berbarengan dengan jam kantor"

"Memajukan jam sekolah berarti merampas kebutuhan yang paling hakiki dari anak-anak sekolah, yaitu keceriaan dan kesegaran. Untuk murid yang tinggal di luar kota mereka harus sudah berangkat pukul 04.00 agar tidak terlambat masuk sekolah pada pukul 06.30. Kalau mereka harus berangkat pukul 04.00, pukul berapa mereka bangun?"

"Korban Tewas Sekolah Ambruk di Haiti Naik Jadi 82 Siswa"
(Tim Penyelamat)

"PORT-AU-PRINCE--MI Jumlah korban tewas akibat sebuah sekolah di kompleks gereja di Haiti ambruk pada Jumat (8/11) lalu, naik menjadi 82 orang siswa. Bertambahnya jumlah korban itu diketahui saat dilakukan pencairan di reruntuhan gedung pada Sabtu (8/11)."

Apakah tragedi seperti ini dapat menjadi di Indonesia? Bukankah tempat belajar yang aman dan myaman untuk semua anak prioritas utama untuk manajemen pendidikan (DepDikNas)? Di Indonesia ribuan sekolah adalah rusak atau ambruk, termasuk 70% gedung sekolah yang rusak di DKI.

"RAPBD Jakarta 2009, Prioritaskan Pendidikan dan Infrastruktur"
(Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo)

"JAKARTA, RABU - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akhirnya mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2009 di depan rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (5/11). RAPBD senilai Rp 22,42 triliun itu memprioritaskan anggaran untuk pendidikan dan infrastruktur, yang mencapai 40,54 persen."

"Fauzi mengatakan, alokasi 23,29 persen anggaran atau sekitar Rp 5,191 triliun untuk pendidikan digunakan untuk bantuan operasional pendidikan (BOP) Rp 1,14 triliun. Selain itu, semua sekolah rusak ditargetkan dapat diperbaiki dan pendidikan gratis di SD dan SMP negeri dipertahankan."

Berita di atas ini adalah jauh lebih penting daripada yang kemarin "Sekolah Menengah di Jakarta Tersambung Internet". Pendidikan yang bermutu adalah "Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan 'Well Balanced'", bukan dari teknologi!

Prof.Toshihiro (Surabaya) "e-learning tidak bertujuan mengganti sistem kelas, tapi hanya semacam alat tambahan untuk menyampaikan materi".

"Pihaknya mengaku telah melakukan riset mengenai e-learning di universitas, namun tren ini dianggap masih bertahan di era selanjutnya. Bahkan meskipun berbagai model e-learning telah banyak dikembangkan, namun pembelajaran melalui kelas masih dianggap yang terbaik."

Pemerintah tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan dana untuk teknologi pendidikan. Yang penting MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI KELAS dan MEMBERANTAS KORUPSI!

Maaf, Pak Fauzi, buku sekolah gratis bagaimana?

"Ikapi Usulkan Grand Design Pendidikan"
(Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi))

"SOLO, KAMIS — Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) akan mengumpulkan para ahli untuk menyusun rancangan besar (grand design) pendidikan. Rancangan ini rencananya akan diserahkan pada pemerintahan 2009 dan diharapkan dapat digunakan sebagai acuan pengembangan pendidikan di tanah air hingga tahun 2030."

"Kami akan mengumpulkan para pakar agar bisa duduk bersama dan secara obyektif membahas penyusun an grand design pendidikan, baik formal maupun nonformal."

Kami di Pendidikan Network sangat mendukung initiatif ini dan initiatif yang lain dari lapangan karena kelihatannya Depdiknas Belum Mampu Kelola Anggaran Pendidikan dan kita sangat perlu 'acuan pengembangan pendidikan' yang berbasis-kenyataan, bukan mimpi atau kepentingan bisnis.

Memang 'design' adalah sangat penting, tetapi YANG PALING PENTING ADALAH MEMBERANTAS KORUPSI DI DEPDIKNAS, DINAS PENDIDIKAN DAN SEKOLAH!

"Seluruh Sekolah Menengah di Jakarta Tersambung Internet 2009" (Pemprov DKI)

"JAKARTA--MI: Pemprov DKI menargetkan seluruh sekolah menengah di Jakarta tersambung internet pada 2009."

"Target kami pada 2009 adalah semua sekolah tersambung dengan teknologi informasi dan komunikasi dan semua guru bisa membuat bahan ajar multimedia, papar Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Margani Mustar seusai Pencanangan Komunitas Pendidikan Menegah Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Provinsi Jakarta di Balaikota, Selasa."

Re: "semua guru bisa membuat bahan ajar multimedia" Luar biasa! Apakah akan bermutu? Apakah ada bukti bahwa siswa-siswi akan lebih berhasil dengan menggunakan multimedia? Di mana?

"Mereka yang percaya bahwa teknologi akan memecahkan masalah - masalah pendidikan seharusnya melihat lebih dalam kebutuhan-kebutuhan anak-anak." (Ref: Fool's Gold) - Membaca

Yang penting jangan lupa yang betul adalah prioritas pendidikan dan pesan dari Bapak Presiden sendiri "Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung Sekolah Rusak", dan mohon ingat bahwa "70 Persen Gedung Sekolah di DKI Rusak".

Kalau kita ingin melaksanakan sesuatu yang mungkin lebih penting lagi bagi masyarakat melihat contohnya dari Jawa Barat di mana "Wagub Dede Yusuf: Buku Gratis dari Pemprov Jabar"

"CIMAHI, SENIN - Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf berjanji akan membagikan buku pelajaran gratis kepada sekolah se Jawa Barat hingga tingkat atas mulai tahun 2009 mendatang. Itu diungkapkan Dede saat berkunjung ke SMU 5 Cimahi, Senin (13/10) dengan agenda melihat hari pertama masuk sekolah setelah libur lebaran."

Apakah Buku Gratis akan dilaksanakan di DKI juga?

Re: "Dengan adanya fiber optic tadi yang akan dibangun dimana-mana maka perpustakaan bisa terkoneksi ke sekolah, kata Gubernur memberi contoh." Perpustakaan Online?

Tidak ada pengganti untuk perpustakaan sekolah yang lengkap. Apa masalah dan kebutuhan perpustakaan sekolah sebenarnya?

Kapan kita akan memperbaiki keadaan perpustakaan?
Mengapa http://www.perpustakaan.diknas.go.id mati terus?

"Apakah Kita Perlu Teknologi Pendidikan"
(Phillip Rekdale)

Sudah banyak sekali retorika mengenai pentingnya teknologi dalam peran pembelajaran (teknologi pendidikan). Disebut retorika karena biasanya tidak ada bukti yang ditunjukkan.

Kalau mutu pendidikan di negara maju dapat menurun walapun teknologi yang digunakan di bidang pendidikan sudah canggih sekali, mengapa Indonesia dapat percaya bahwa solusi pendidikan adalah teknologi pendidikan?

"Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung Sekolah Rusak"
(Presiden)

"JAKARTA--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pada Departemen Pendidikan Nasional dan para kepala daerah agar tidak ada lagi gedung sekolah yang rusak seiring dengan telah dipenuhinya anggaran 20 persen bagi pendidikan dalam APBN 2009."

"Pada para Gubernur, Bupati dan Walikota saya minta jangan ada lagi gedung sekolah yang memprihatinkan. Saya akan cek nanti ke wilayah-wilayah, kata Presiden saat membuka Olimpiade Astronomi dan Astrofisika di Istana Negara Jakarta, Rabu (20/8)."

Tidak usah jauh-jauh Pak.........
"70 Persen Gedung Sekolah di DKI Rusak"

"JAKARTA--MI: Sekitar 70% gedung SD-SMP di DKI Jakarta rusak. Untuk memperbaikinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus meminta bantuan pemerintah pusat."

"Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta Sukesti Martono di Balai Kota, Kamis (21/8). Kita akui, memang lebih dari separuh sekolah di Jakarta memang rusak, karena itu kami akan mengajukan anggaran ke Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), kata mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta."

Kalau 70% sekolah rusak di Jakarta, bagaimana keadaan di daerah-daerah???

"Anggaran Naik, Depdiknas Libatkan Lembaga Pengawasan"
(Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika)

"JAKARTA--MI: Terpenuhinya anggaran pendidikan sebesar 20 persen atau sekitar Rp224 triliun dalam APBN 2009, membutuhkan pengawasan ekstra pada pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program pendidikan."

"Untuk itu, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berencana menyewa tenaga pemeriksa dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perguruan tinggi (PT), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kata Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika di Jakarta, Jumat (12/9)."

"Kami akan menyewa tenaga pengawas untuk mengawal. Kalau perlu kami akan bikin desk KPK sendiri di Depdiknas biar tak ada gangguan terhadap tender-tender kita, katanya."

Ini adalah berita yang ditunggu!

Semoga "tenaga pengawas" yang disewa adalah jujur, profesional, rajin, dan siap kerja keras!

Pengawas harus memeriksa semua kwitansi, durasi kegiatan-kegiatan, dan sering ke lapangan untuk cek mutu dan hasilnya. Ini bukan tugas yang dapat dilaksanakan di kantor! Harus memeriksa sampai ke lapangan dan suplier.

Ingat!!! "Korupsi terjadi di semua tingkatan dari Depdiknas, dinas pendidikan, hingga sekolah"

"Meningkatkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)"
(Phillip Rekdale)

"Sebelum kita dapat membahas isu-isu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kita perlu membahas secara lebih dalam isu-isu dan prioritas untuk pendidikan yang bermutu dan tujuannya KBM dalam proses mengarah ke pendidikan yang bermutu."

"Di tingkat SMU kita masih dapat menyaksikan banyak kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah menengah yang belum Student Centered. Mungkin karena masih banyak guru belum kenal dengan proses, atau seperti kami sudah mendengar di lapangan bahwa guru-guru masih ragu-ragu bahwa mereka dapat selesai menyampaikan kurikulum dalam waktunya kalau menggunakan proses PAKEM."

"Di Perguruan Tinggi kita dapat menyaksikan kegiatan belajar mengajar di kebanyakan kelas yang paling pasif. Proses pembelajarannya biasanya sangat 'dosen centered' dengan mahasiswa/i dalam keadaan DM (duduk manis) dan jarang terkait dalam proses pembelajaran."

Lengkap Di Sini

"PGRI Desak Pemerintah Sediakan Buku Gratis"
(Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI])

JAKARTA--MI: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pemerintah menyediakan buku-buku bermutu bagi siswa secara gratis sebagai bagian dari pemenuhan anggaran pendidikan 20 persen tahun depan.

Selain untuk mendorong pemerataan pendidikan terutama bagi siswa tidak mampu, pemberian buku gratis juga untuk menghilangkan kecurigaan masyarakat kepada para guru. Selama ini guru sering menjadi korban sistem pengadaan buku, kalau ada buku gratis akan lebih baik baik guru sehingga fokus menjalankan proses belajar mengajar, terangnya.

"Apakah Kita Perlu Teknologi Pendidikan"
(Phillip Rekdale)

Sudah banyak sekali retorika mengenai pentingnya teknologi dalam peran pembelajaran (teknologi pendidikan). Disebut retorika karena biasanya tidak ada bukti yang ditunjukkan.

Kalau mutu pendidikan di negara maju dapat menurun walapun teknologi yang digunakan di bidang pendidikan sudah canggih sekali, mengapa Indonesia dapat percaya bahwa solusi pendidikan adalah teknologi pendidikan?

"E-Book Versi Cetak Dijual Lebih Murah di Pasaran"
(MenDikNas)

"JAKARTA--MI: Buku murah versi cetak yang telah diunduh (download) dari situs buku sekolah elektronik (BSE) sudah beredar di pasaran. Untuk itu, guru dan murid dapat langsung membeli buku tersebut di pasaran, dengan harga yang jauh lebih murah."

"Menurut Mendiknas, saat ini pemerintah sedang giat menggalakkan keberadaan buku pelajaran tingkat SD hingga SMA yang sangat terjangkau. ''Dengan kisaran harga antara Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu, siswa di Indonesia sudah bisa mendapatkan buku dengan kualitas yang cukup baik,'' jelasnya (24 Juni 2008)."

Mohon informasi harga dan informasi di mana "guru dan murid dapat langsung membeli buku tersebut" di daerah-daerah mereka.

Seharusnya Versi Cetak langsung dibuat dari awal, BSE Online tidak begitu bermanfaat - Membagi CD saja adalah lebih efektif.

"Anggota TNI Jadi Guru di Pedalaman Papua"
(Sekretaris Daerah: Sutedjo Suprapto)

"JAYAPURA--MI: Satuan Tugas (Satgas) TNI-AD dari berbagai kesatuan yang ditugaskan di pos-pos keamanan perbatasan antarnegara dan daerah terpencil di pedalaman Provinsi Papua, mempunyai andil besar dalam proses pencerdasan bangsa melalui pendidikan."

"Ia mengaku, kondisi SD dan SMP di pedalaman pada umumnya masih sangat memrihatinkan, sehingga dapat mempengaruhi mutu lulusan murid. Kondisi itu adalah kekurangan guru, karena ada SD Kelas I hingga Kelas VI hanya diajari satu atau dua orang guru, bahkan ada yang kosong, sehingga banyak murid SD yang lulus masuk SMP, namun kurang bisa membaca, menulis dan berhitung."

Apakah ini adalah peran TNI - Guru Sekolah?
Apakah kita perlu bangun IKIP-TNI?
Saran untuk TNI: Terima kasih atas bantuan terhadap kekurangan DepDikNas.

"Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung Sekolah Rusak"
(Presiden RI)

"JAKARTA--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pada Departemen Pendidikan Nasional dan para kepala daerah agar tidak ada lagi gedung sekolah yang rusak seiring dengan telah dipenuhinya anggaran 20 persen bagi pendidikan dalam APBN 2009."

"Pada para Gubernur, Bupati dan Walikota saya minta jangan ada lagi gedung sekolah yang memprihatinkan. Saya akan cek nanti ke wilayah-wilayah, kata Presiden saat membuka Olimpiade Astronomi dan Astrofisika di Istana Negara Jakarta, Rabu (20/8)."

Tidak usah jauh-jauh Pak.........
"70 Persen Gedung Sekolah di DKI Rusak"

"JAKARTA--MI: Sekitar 70% gedung SD-SMP di DKI Jakarta rusak. Untuk memperbaikinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus meminta bantuan pemerintah pusat."

"Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta Sukesti Martono di Balai Kota, Kamis (21/8). Kita akui, memang lebih dari separuh sekolah di Jakarta memang rusak, karena itu kami akan mengajukan anggaran ke Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), kata mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta."

Kalau 70% sekolah rusak di Jakarta, bagaimana keadaan di daerah-daerah???

"Anggaran Pendidikan Dijamin tidak Bocor"
(Depdiknas)

"JAKARTA--MI: Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) optimistis anggaran pendidikan yang naik secara signifikan pada 2009, tidak akan mengalami kebocoran angggaran."

"Sebaliknya, anggaran yang nilainya Rp224 triliun atau 20% dari RAPBN 2009, benar-benar akan digunakan untuk pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, dan kesejahteraan guru."

Apa maksudnya, Pejabat-Pejabat di DepDikNas siap mengundurkan diri kalau anggaran pendidikan terbukti bocor???

"Mendiknas Kaget Dengar Dapat Tambahan Rp46,1 Triliun"
(Mendiknas)

"JAKARTA--MI: Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan terkaget-kaget bahkan nyaris pingsan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraannya mengenai RAPBN 2009 Departemen Pendidikan Nasional akan mendapat tambahan lagi Rp46,1 triliun."

"Saya sampai terkaget-kaget bahkan nyaris pingsan mendengar pidato Presiden, kata Bambang saat mendampingi Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan mengenai RAPBN 2009 di Jakarta, Jumat (15/8)."

Kita harus tanya, bagaimana komunikasi antara Presiden dan MenDikNas???

Anggaran hanya adalah hal pertama. Yang penting sekarang adalah manajemen anggaran pendidikan.

Kita harus ingat bahwa........

"Depdiknas Belum Mampu Kelola Anggaran Pendidikan"

"JAKARTA--MI: Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dianggap belum mampu mengelola anggaran pendidikan jika pemerintah akhirnya mengalokasikan seluruh 20 persen dari total belanja APBN ke instansi tersebut mengingat tiadanya rencana yang jelas untuk penyerapan anggaran tersebut."

"Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan Olly Dondokambey di Jakarta, Selasa (8/7) mengatakan mengelola dana 20 persen dari APBN tidak hanya membutuhkan sistem yang kuat dan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, namun juga program kerja yang mampu mengarahkan penggunaan dana tersebut pada alokasi yang tepat sesuai dengan prioritas pemerintah."

Kami di Pendidikan Network Indonesia Salut Olly Dondokambey atas pengertian dan kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia.

Kalau kebudayaan di DepDikNas, yang kelihatannya belum dirubah sejak Orde Baru (bersifat proyek) tidak dirubah dan DepDikNas tidak membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (Master Plan) bersama semua stakeholders, bagaimana kita dapat menjaminkan masa depan bangsa?


RE: "Sumber daya manusia yang berkualitas"

Kami harus bertanya, apakah SDM yang ada di DepDikNas mampu mengatasi "korupsi terjadi di semua tingkatan dari Depdiknas, dinas pendidikan, hingga sekolah"? - Mengapa belum?

Apakah SDM di DepDikNas juga perlu diganti?

[ Jurnal Pendidikan Home ]
[ Halaman 1 ] [ Halaman 2 ] [ Halaman 3 ] [ Halaman 4 ]


Berita Pendidikan
Profile Pendidikan Dalam Berita