SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan Network IndonesiaTeknologi & PendidikanSains & TeknologiMajalah Teknologi IndonesiaPenelitian Indonesia
 HOME: HALAMAN UTAMA
 Sekolah & Lembaga
 Menganai Kami
 Pendidikan Kelas Dunia?
  
Pendidikan Kelas Dunia
  
 Jantung Pembelajaran?
  
Perpustakaan Sekolah

  
 Pelajaran Berbasis-ICT
  

Ilusi atau Solusi
Ilusi Atau Solusi


  
 Karakter & Anti-Korupsi
  

Pendidikan Karakter adalah seperti Pendidikan Anti-Korupsi, masalah-nya adalah kita tidak belajar moral, sifat-sifat, dan karakter kita di kelas, maupun dari mata pelajaran di kelas. Kita belajar karakter dan kebiasaan korupsi dari lingkungan kita. Kita mencerminkan lingkungan kita...

Pembelajaran karakter adalah seperti Pembelajaran Anti-Korupsi hanya dapat berhasil kalau pembelajaran-nya sesuai dengan kenyataan-nya yang mereka menyaksikan dilakukan oleh ortu dan lingkungan yang luas, khusus pemerintah kita (yang sangat terkenal untuk korupsi). Misalnya, Apakah KPK Serius?

Jadi kalau ingin menjaga moral dan karakter anak-anak kita hanya ada satu cara kan? Ya itu Membenarkan Lingkungan Kita.

Re: "Sayangnya orang yang harusnya mengajarkan anak2 masih belum bisa mengajari dirinya sendiri,.."

Memang hanya ada satu cara untuk meningkatkan mutu guru kan? Yaitu guru-guru harus profesional dan mulai bertanggungjawab untuk meningkatkan kemampuan dan mutu-nya sendiri (seperti guru di negara lain), Ayo, Menjadi Guru Profesional!

Mengapa kita terus melaksanakan Pelatihan Guru Di Luar Sekolah? Apakah benar "Pelatihan Guru, Yang Sangat Rentan Dengan Praktik Korupsi"? (Berita Atas kanan) Apakah Cara Yang Kita Melaksanakan Pelatihan Guru Sekerang Termasuk Salah Satu Kegiatan Yang Dapat Merusakkan Moral Guru?

Ikut Diskusi...

  
 Search Metodologi.Com
  
  
Search Metodologi Website
 
powered by FreeFind

  
 Search Pendidikan Dasar
  

Search Basic Education Site
     
powered by FreeFind

  
 Search Situs Inovasi
  

Search Inovasi Website
     
powered by FreeFind

  
 Search Situs SMU/A
  

Search SSEP Website
     
powered by FreeFind

  
 100 Kunjungan Terakhir
  

  

Jurnal Pendidikan Network Indonesia


"Rendahnya Akses Internet, E-Book Tak Efektif"

"JAKARTA, KOMPAS.com — Dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet sehingga program buku sekolah elektronik dinilai tidak efektif."

"Pernyataan tersebut dikemukakan oleh pengamat pendidikan Darmaningtyas, di Jakarta, Rabu (17/6). Menurutnya, minimnya jumlah sekolah yang bisa mengakses internet tersebut menunjukkan bahwa program dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berupa Buku Sekolah Elektronik (BSE) atau e-book belum efektif."

"Bisa dibayangkan kalau download materi pelajaran di internet kemudian di-print out, biayanya jauh lebih mahal dari pada beli buku cetak, lanjutnya."

Ini bukan isu baru, dan dari awal itu jelas bahwa keadaan di lapangan tidak sesuai dengan sistem e-book, kan? Mengapa Program BSE masih dilanjutkan?

Apakah solusinya adalah memperluaskan akses ke Internet?



"Lebih PD Setelah Punya Keterampilan"
( SMA dan SMK??? )

"KOMPAS.com - Begitu lulus SMA pertengahan tahun lalu, Rinzani (17) tidak bisa segera bergegas untuk mempersiapkan diri menjadi mahasiswa. Meski ingin, kondisi ekonomi keluarga membuat remaja putri asal Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut itu tidak bisa melanjutkan kuliah."

"Keinginan untuk mandiri bahkan menambah pendapatan keluarga mendorong Ririn panggilan akrabnya - untuk mencari pekerjaan. Namun, hanya memiliki ijazah SMA dan tanpa keahlian khusus, Ririn belum berhasil menerobos persaingan mencari kerja. Saya sudah melamar ke beberapa perusahaan, tapi belum ada panggilan, kata Ririn."

Sudah sepuluh tahun lebih 70% Siswa - Siswi Menjadi Korban dari 'Keputusan Menghilangkan Keterampilan dari Kurikulum SMA'. Kapan DepDikNas Akan Membenarkan Keputusan Itu (Kurikulum 94) Dan Menyediakan Pembelajaran Keterampilan Di SMA?



"Pelajar Kecanduan Game Online"
"SD hingga SMA" ah... Teknologi

"Di sejumlah warung internet di Kayuagung diketahui, puluhan kelompok pelajar hampir setiap hari memenuhi warnet untuk bermain game online, bahkan ada siswa yang membolos sekolah demi menyalurkan hobi di dunia maya tersebut."



Mungkin Kita Dapat Belajar Dari China!

"881.000 Pejabat China Dihukum"

Mengapa Indonesia Tidak Bisa?



"Tak Mudah Asuh Anak di Era Digital"
(Elly Risman Musa Psi)

"LONDON, KOMPAS.com - Psikolog terkemuka Elly Risman Musa Psi mengatakan pola asuh anak Indonesia yang hidup di era digital di tanah air lebih sulit ketimbang mereka yang tinggal di luar negeri seperti di Inggris."

"Dalam ceramah yang diikuti sekitar 30 anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI London, Ketua Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati ini mengatakan, anak Indonesia kini hidup dalam era digital yang dengan mudahnya mengakses berbagai media elektronik yang kadang mengandung unsur pornografi."

Untuk membuka pikiran anak-anak kita, mereka memang perlu akses ke informasi yang luas (termasuk buku-buku), tetapi jangan sampai mereka membuang banyak waktu, dan teknologi hanya sebagai tantangan terhadap pendidikannya maupun untuk orangtua. Kita harus menjaga supaya mereka tidak hanya buang waktu, main games, chatting, dll.

Kami sudah lama di "Era Digital" dan "Generasi Digital" sudah lama lewat, dan "Digital" bukan isu sebenarnya. Isu yang terbaru yang membuat bingung adalah "Era/Generasi Informasi" (dan hiburan) yang tidak terbatas (juga tidak ada kontrol).



"Hadapi Generasi Digital, Kita Harus Siap!"
(Markus Mardianto : Sampoerna Foundation)

Sebenarnya kata - kata "Hadapi Generasi Digital" tidak ada artinya, kami sudah lama "hidup di dunia digital". Misalnya saya sudah bekerja di dunia digital di bidang pendidikan sejak tahun 1975 (zaman HP 2100A Mini Computers). Sejak waktu itu mahasiswa/i sudah memakai komputer dan kami juga menggunakan terminologi "Generasi Digital" di luar negeri. Pada akhir tahun 70an saya membantu siswa-siswi merakit komputer dan beberapa sekolah sudah mempunyai lab komputer. Sejak tahun 1984 kami sudah menggunakan komputer dan laboratorium bahasa yang digital untuk mendidik pelajar-pelajar di Indonesia, dan banyak siswa-siswi di SD saja sudah biasa menggunakan peralatan digital, misalnya jam, hanfon, DVD, maupun warnet di kota besar. Apa maksudnya Pak Markus?

Gunakan teknologi di dalam kelas untuk meningkatkan mutu pendidikan juga adalah asumsi yang tidak terbukti dan 100% tergantung mutu bahan dan strategi, bukan teknologinya. Tetapi pembelajaran secara kontekstual yang gratis dan sudah terbukti untuk membangun kreativitas anak-anak kita adalah terjankau di semua sekolah di Indonesia dan jauh lebih penting sekarang.

Anda tidak usah khuatir, teknologi besok walapun makin canggi akan makin mudah dipakai karena setiap generasi teknologi dibuat makin "user friendly". Yang membuat kami lebih khuatir adalah SMK-SMK yang kelihatannya ingin membentuk Generasi Robot!



"Facebook Sebabkan Mahasiswa Malas dan Bodoh"

"JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna Facebook yang masih sekolah berhati-hatilah! Menurut studi yang dilakukan oleh Ohio State University, semakin sering Anda menggunakan Facebook, semakin sedikit waktu Anda belajar dan semakin buruklah nilai-nilai mata pelajaran Anda."

Kami sudah memasang informasi mengenai masalah-masalah seperti in bulan yang lalu.
Mohon semua Siswa-Siswi, Mahasiswa-Mahasiswi dan Pendidik membaca:

"Teknologi Sekarang Membuat Beberapa Ancaman Baru Terhadap Anak-Anak Bangsa Yang Cerdas"



"Banyak Guru Tak Siap Hadapi SBI"

"JAKARTA, KOMPAS.com - Hal tersebut disampaikan kemarin siang (Selasa/14/4) dalam diskusi rutin Education Sharing Network bertema 'Sekolah Bertaraf Internasional, Tantangan Bagi Pendidik' yang berlangsung di Jakarta. Acara difasilitasi oleh Sampoerna Foundation Teachers Institute"

Sebelum terlalu memikirkan kalau guru-guru siap, bagaimana keadaan; sistem, dukungan oleh pemerintah, kesejahteraan guru dan staf TU, gedung sekolah dan fasilitasnya?

30 Ribu Desa Belum Teraliri Listrik, Korupsi Terjadi di Semua Level Penyelenggara Pendidikan, UN Tidak Ciptakan Proses Belajar Kreatif, 70% Lulusan SMA Tanpa Keterampilan Cari Kerja, Ribuan Anak Cacat Usia Sekolah Belum Terlayani, 40 Ribu Siswa di NTT Drop Out karena Miskin, dll.

Coba Ambruk.Com

Sekolah Bertaraf Internasional atau Sekolah Elitis?

Yang Paling Penting: Prioritas Pemerintah Dengan Uang Masyarakat Adalah Mengatasi Masalah-Masalah Dasar Di Sekolah Umum Dan Mengarah Ke Pendidikan Umum Yang Bermutu Untuk Semua.



"Wuih... Indonesia Terkorup, Singapura Terbersih"

Pemerintah harus punya prioritas dalam pemberantasan korupsi. Mana yang mau dibersihkan dulu? Kalau mau hasil survei bagus, perbaiki pelayanan pada bisnis. Pemerintah jangan cuma berkomitmen secara verbal,? ujar Danang. (MON/ANA)

Re: "Mana yang mau dibersihkan dulu?"

Semoga DepDikNas dan Dinas Pendidikan!

Musuh Kita di Dalam Negeri



Kelihatannya masih banyak daerah yang belum mendengar suara Presiden kita!
"Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung Sekolah Rusak"

"Atap Sekolah Runtuh, 10 Siswa Terluka"

"Trauma, Murid dan Guru Enggan Gunakan Sekolah Ambruk"

"Bangunan SD Inpres Lama Sebaiknya Direnovasi"

Apakah kita lagi menunggu bencana seperti di Haiti sebelum DepDikNas akan serius mengenai Keamanan Anak-Anak dan Guru di Sekolah?
(Haiti: "Korban Tewas Sekolah Ambruk 82 Siswa")
Lanjutan Ambruk.Com



"Kampung English di Desa Temulus"
Bravo! Bravo! Bravo!

"Semoga Desa Tulungrejo dapat sebagai contoh dan inspirasi untuk semua desa di Indonesia."

Membaca cerita dan saran kami!



"Alih Teknologi Dorong Keahlian Siswa SMK"
Apakah Kalau
'Indonesia Mampu Merakit' - Rakyat Cerdas?




Mungkin Kita Dapat Belajar Dari Irak!

"Irak Pecat 62.000 Pegawai Karena Korupsi"

Mengapa Indonesia Tidak Bisa?

Sesuatu Lain Yang Juga Hebat

"Kami kini memiliki sebuah peluang untuk menjadi negara demokratis Arab pertama yang bisa berjalan"

Luar Biasa!!!



"83 Persen Pengakses Internet Via Warnet"

Tetapi, OrTu

"Awas, Warnet Cabul!"

Jelas Perlu Perhatian Dari Orangtua!
( Isu-Isu Lain )



"Siswa SMK Harus Ujian Teori"

"Selain ujian praktik, mulai tahun 2009 siswa sekolah menengah kejuruan harus mengikuti ujian teori kejuruan. Siswa juga harus mengikuti ujian nasional untuk tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika."

"Nilai ujian teori minimal empat dan jika kurang dari itu dinyatakan tidak lulus," kata Direktur SMK Departemen Pendidikan Nasional Joko Sutrisno di Jakarta, Jumat (20/3).

Memang kita sudah puluhan tahun mendengar bahwa Teori tanpa Praktik merugikan siswa/i dan mahasiswa/i kita. Tetapi sebaliknaya Praktik tanpa Teori juga sangat membatasi masa depan anak kita.

Mengapa SMA dan SMK dipisah? Semua anak perlu Keterampilan dan Teori kan?



"Obama: Kualitas Pendidikan AS Merosot"

"Ia mengatakan, sekolah-sekolah harus mengajarkan keterampilan abad ke-21 seperti pemikiran kritis, kreativitas, dan kewiraswastaan.

Mohon membaca Isu-Isu SMA / SMK di bawah!



"40 Ribu Siswa di NTT Drop Out karena Miskin"
Lagi Shock - No Comment



"KPK Minta Diknas Adakan Pendidikan Antikorupsi"

Apakah ini tidak sangat ironis?

Bukan anak-anak sekolah yang melakukan korupsi!

Mereka menjadi korbannya!

(Dan sangat mengerti masalah korupsi, kan?)

Bukan maling yang dibenarkan, tetapi korbannya!

Lucu ???


Yang perlu dididik (dibenarkan) siapa?



"Atasi Pengangguran, Menakertrans Minta Jumlah SMK Ditambah"

"JAKARTA, JUMAT - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno mengharapkan terciptanya reformasi di bidang pendidikan, demi mengatasi angka pengangguran yang tinggi di Indonesia. Sebab, kemampuan APBN yang terbatas hanya akan diarahkan pada hal yang paling menyentuh untuk penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, serta aspek kemasyarakatan."

Kita punya dua sistem Pendidikan Menengah:
  1. SMA - Yang Merugikan 70% Siswa-Siswinya
  2. SMK - Yang Diangap Pendidikan Tukang dan dapat Membatasi Aspirasi Siswa-Siswi Kita.

Sejak tahun 1998 kami sudah bertanya "mengapa Kurikilum 1984 dirubah menjadi 1994" yang sangat merugikan siswa-siswi SMU / SMA karena 70% siswa-siswi terpaksa mencari pekerjaan tanpa keterampilan. Kami belum menerima jawaban yang jelas, atau melihat solusi rialistik terhadap anak-anak SMU/SMA. Membaca...

'Pemerintah Bantu SMA Jadi SMK'

"JAKARTA--MI: Pemerintah akan memberikan bantuan pengadaan peralatan bagi sekolah-sekolah SMA swasta yang terpaksa gulung tikar, jika mengubah statusnya menjadi sekolah-sekolah SMK."

"Bantuan pengadaan peralatan itu, nantinya akan disesuaikan dengan potensi daerah, serta tergantung dengan volume bantuan dan anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah."

"Jika potensinya daerah manufaktur, maka SMA swasta itu bisa menjadi SMK yang berbasis manufaktur. Jika potensinya pariwisata, maka SMK Pariwisata, agar perubahan status itu, tidak sia-sia, ujar Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno kepada Media Indonesia, Jumat (11/7)."

Sebelum tahun 1994 memang kurikulum SMU adalah lebih seperti SMK, banyak keterampilan. Mengapa membuat kurikulum 1994 yang merugikan 70% siswa-siswi SMU/SMA yang tidak lanjut ke perguruan tinggi dan harus mencari pekerjaan tanpa keterampilan. Untuk apa sistem ini?

Satu hal lagi adalah status nama SMK (Kejuruan) yang pada umum adalah sekolah khusus untuk calon tukang
padahal cukup banyak lulusan dari SMK melanjut atau ingin melanjut ke perguruan tinggi juga dan "belum pernah ada sebuah tesis yang dapat dipakai sebagai rujukan yang valid, bahwa lulusan SMK mempunyai tingkat pemikiran yang lebih rendah". Kita harus memudahkan cara untuk lulusan SMK yang ingin masuk ke perguruan tinggi.

Menurut kami, keterampilan adalah sesuatu yang sangat menguntungkan semua pelajar selama hidup dan mempunyai potensial untuk meningkatkan mutu dan kemampuan mandiri lulusan dari perguruan tinggi juga. Bagaimana kemandirian lulusan PT sekarang?

Kalau SMK menjadi SMA yang dilengkapi dengan banyak macam keterampilan, dan semua siswa-siswi diberikan kesempatan yang sama pasti lebih banyak siswa-siswi (dulu SMK) akan melanjut ke perguruan tinggi, juga banyak anak yang di SMA akan mengarah ke mata pelajaran kejuruan karena mereka tahu bahwa mereka tidak mampu masuk PT dan mereka akan lebih mempunyai kesemapatan mendapat pekerjaan. Yang penting semua siswa/i dapat memilih.

RE: "SMA swasta itu bisa menjadi SMK yang berbasis manufaktur". Memang industri harus berperan lebih aktif dalam bidang pendidikan, tetapi sampai pendidikan sebagai layanan industri khusus? Kita harus menjaga supaya pendidikan memberi kesempatan kepada semua anak untuk memilih jalan dan masa depan mereka sendiri.

Apakah ada dampak di daerah-daerah?

Kami sendiri adalah lulusan dari SMK dan kami betul mengerti "dampaknya kalau kita punya sistem pendidikan Dua Kelas". Masalahnya bukan mutu pendidikannya tetapi PD kita (yang Kelas ke2) dapat membatasi aspirasi kita.

Kita punya dua sistem Mengapa?
  1. SMA - Yang Merugikan 70% Siswa-Siswinya
  2. SMK - Yang Diangap Pendidikan Tukang dan dapat Membatasi Aspirasi Siswa-Siswi Kita.

Mengapa tidak digabung sebagai Pendidikan Menengah Umum? Tujuannya sama, semua siswa-siswi berharap bekerja, biar menjadi Dokter atau Teknisi. Semua Pendidikan Menengah adalah Pendidikan Kejuruan karena Akhirna Semua Siswa-Siswi Ingin Bekerja!

Menurut kami, jauh lebih baik kalau SMK menjadi SMA dan semua SMA dilengkapi dengan keterampilan (banyak pilihan) untuk semua anak-anak (seperti K-1984).

Biar namanya SMA, SMU atau SMB (Baru), mengapa punya dua sistem?

Mari Kita Menghapus Kelas2 Di Bidang Pendidikan!

Sekolah Rusak - Ahhh.. Biasa!

"306 Sekolah Rusak" (DKI)

Senin, 9 Februari 2009
"JAKARTA, MINGGU - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan perbaikan total pada sekolah-sekolah yang rusak parah tidak memadai. Dari 306 sekolah yang rusak dan rawan ambruk, hanya 19 sekolah yang akan direhabilitasi total. Kekurangan dana menjadi alasan utama."

"Menurut Alaydrus, jika ingin meningkatkan kualitas pendidikan, Pemprov harus memprioritaskan perbaikan gedung sekolah. Siswa tidak akan tenang belajar jika gedung sekolah mereka dapat ambruk sewaktu-waktu." Berita Lengkap

"Pakai Helm Di Sekolah" :: Ambruk.Com

[ Jurnal Pendidikan Home ]
[ Halaman 1 ] [ Halaman 2 ] [ Halaman 3 ] [ Halaman 4 ]


Berita Pendidikan
Profile Pendidikan Dalam Berita